Kewirausahaan memiliki pengertian dari beberapa
para ahli, diantaranya:
Menurut Richard Cantillon, Kewirausahaan
didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang
wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada
masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih
menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian.
Menurut Harvey
Leibenstein, Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan
untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum
terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi
produksinya belum diketahui sepenuhnya.
Menurut Jose Carlos Jarillo – Mossi,
Kewirausahaan sebagai seorang yang merasakan adanya peluang, mengejar
peluang-peluang yang seusai dengan situasi dirinya, dan yang percaya bahwa
kesuksesan merupakan suatu hal yang bisa dicapai.
Kewirausahaan berasal dari
kata entrepreneur yang
berasal dari bahasa Perancis yang artinya between taker atau go-between yang artinya perantara diartikan sebagai membeli jasa-jasa faktor
produksi dengan harga tertentu, dengan suatu pengertian untuk menjual hasilnya
tersebut dengan harga-harga yang tidak pasti di masa yang akan datang.
Wirausahawan adalah suatu nilai
yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga
penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Achmad Sanusi, 1994).
Tiga jenis perilaku wirausahawan:
a. Wirausaha
yang memiliki inisiatif
b. Wirausaha
yang mengorganisir mekanisme sosial dan ekonomi untuk menghasilkan sesuatu
c. Yang
menerima resiko atau kegagalan
Kunci penting seorang
wirausahawan adalah inovasi, keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan
inovatif menjadi kenyataan.
Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland :
a. Keinginan untuk berprestasi
b. Keinginan untuk bertanggung jawab
c. Preferensi kepada resiko-resiko menengah
d. Persepsi kepada kemungkinan berhasil
e. Rangsangan oleh umpan balik
f. Aktivitas energik
g. Orientasi ke masa depan
h. Keterampilan dalam pengorganisasian
i. Sikap terhadap uang
Karakteristik wirausahawan yang sukses
dengan n Ach tinggi :
a.
Kemampuan
inovatif
b.
Toleransi
terhadap kemenduaan (ambiguity)
c.
Keinginan
untuk berprestasi
d.
Kemampuan
perencanaan realistis
e.
Kepemimpinan
terorientasi kepada tujuan
f.
Obyektivitas
g.
Tanggung
jawab pribadi
h.
Kemampuan
beradaptasi
i.
Kemampuan
sebagai pengorganisasi dan administrator
Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi
pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, yaitu:
a. Kebutuhan
untuk berprestasi (n-Ach)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena
itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan
tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan.
Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan
terhadap prestasinya tersebut.
b. Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afil)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat
(n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi
yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan
yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu
yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan
yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa
kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan
mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi.
c. Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan
kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu
cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau
suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang
lain.
Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi
peluang usaha baru, antara lain:
Konsumen, yaitu wirausahawan harus selalu memperhatikan apa yang
menjadi keinginan konsumen atau memberi kesempatan kepada konsumen untuk
mengungkapkan keinginan mereka.
Perusahaan yang sudah ada, yaitu wirausahawan harus selalumemperhatikan
dan mengevaluasi produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan yang sudah ada
dan kemudian mencari cara untuk memperbaiki penawaran yang sudah ada sehingga
dapat membentuk peluang baru.
Saluran distribusi, merupakan sumber gagasan baru yang sangat
baik karena kedekatan mereka dengan kebutuhan pasar.
Pemerintah, merupakan sumber pengembangan gagasan baru dengan dua cara
yaitu melalui dokumen hak-hak paten yang memungkinkan pengembangan suatu produk
yang baru, dan melalu peraturan pemerintah terhadap dunia usaha yang
memungkinkan muncuknya suatu gagasan tentang usaha baru.
Penelitian dan pengembangan. merupakan suatu kegiatan yang sering
menemukan atau menghasilkan suatu gagasan produk baru atau perbaikan terhadap
produk yang sudah ada.
Unsur-unsur analisa pulang
pokok, terdiri dari biaya tetap, biaya variabel, biaya total,
pendapatan total, keuntungan, kerugian, titik pulang pokok
Waralaba adalah perikatan
dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak
dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha
yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang
ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. Menurut
Queen (1 993:4-5), waralaba (franchise) adalah kegiatan pemberian
lisensi dari pemegang usaha (franchisor) kepada pembeli merek usaha
(franchisee) untuk berusaha dibawah nama dagang franchisor berdasarkan kon trak
dan pembayaran royalti.
Waralaba dapat dibagi menjadi dua:
a. Waralaba
luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah
diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi.
b. Waralaba
dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang
ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti
awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba.
Jenis-jenis hak guna paten (franchise)
a. Franchise
untuk mendistribusikan hasil produksi
b.
Franchise yang menawarkan nama, citra, metode menjalankan usaha, dll
c. Franchise
yang menawarkan jasa seperti agen pribadi, konsultasi pajak dan real estate
Pemasaran langsung merupakan
proses penyampaian pesan maupun produk kepada pelanggan, melalui berbagi media.
Pemasaran langsung bisa juga diartika sebagai aktifitas total dengan mana
penjual mempengaruhi transfer barang dan jasa pada pembeli, mengarahkan
usahanya pada pemerhati dengan menggunakan satu media atau lebih untuk tujuan
mengumpulkan tanggapan melalui telepon, pos atau kunjungan dari calon
pelanggan.
Teknik alternatif pemasaran langsung:
a. Periklanan
terklasifikasi
b. Periklanan
display
c. Kiriman
pos langsung
d. Katalog
penjualan
e. Pemasaran
tanggapan langsung media
Pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan,
antara lain:
a. Perusahaan
perseorangan merupakan Perusahaan yang dikelola dan diawasi oleh satu orang.
Pengelola memperoleh semua keuntungan, disisi lain menanggung semua
risiko yang timbul dalam kegiatan usaha.
b. Firma
merupakan Bentuk badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan
menggunakan nama bersama atau satu nama digunakan bersama. Semua anggota
bertanggung-jawab penuh, baik sendiri-sendiri atau bersama-sama terhadap utang
perusahaan kepada pihak lain, kalau perlu dengan seluruh kekayaan pribadi.
c. Perseroan
Komanditer (CV) merupakan Persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang
(sekutu) yang menyerahkan uangnya untuk dipakai dalam persekutuan sebagai modal
perseroan.
d. Perseroan
Terbatas (PT) merupakan Suatu badan yang mempunyai kekayaan, hak serta
kewajiban sendiri yang terpisah dari kekayaan, hak serta kewajiban para pendiri
maupun para pemilik.
Tiga alternatif pada saat berakhirnya usaha,
yaitu :
a. Likuidasi
b. Reorganisasi
c. Perpanjangan
waktu pembayaran
Referensi:
http://www.scribd.com/doc/93325434/bab1-kewirausahaan
kk.mercubuana.ac.id/files/99012-6-665251242290.doc
repository.binus.ac.id/content/F0552/F055271399.ppt,
24 Oktober 2012
Komentar
Posting Komentar